Memahat Mimpi di FIM

Memahat Mimpi di FIM - Silau cahaya matahari menembus ruangan, hembusan angin sepoi-sepoi mengayunkan tirai jendela. Kemudian tiba-tiba terdengar suara motor di halaman rumah.

“Tok.. tokk.., assalamu’alaikum”  terdengar suara Kak Widati sambil memasuki ruangan.
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kakk..” sahut kami berempat.

Kami yang tengah berbincang pun terdiam sejenak, Kak Wid selaku mentor kami langsung berjalan ke sudut ruang untuk bercakap dengan Bang Fakhrul.

“Hey Wid.. Silahkan duduk..” Sambut Bang Fakhrul dengan wajah lega, setelah beberapa saat menunggu.

Pada saat itu Bang Fakhrul terlihat memberi  arahan pada Kak Wid yang akan member pelajaran baru pada kami. Terlihat mereka tampak asik saling bertanya dan berdiskusi. Tentunya kami tak tahu apa yang mereka diskusikan. Beberapa saat kemudian,  di saat kami tengah asik ngobrol dan menyantap suguhan kue, seketika itu fokus kami pecah dikarenakan Kak Wid yang menghampiri kami.

“Iya  kak, silahkan..” jawab kami dengan santai.
“Baiklah sebelum kita memulai, marilah kita bersama-sama mengucapkan basmalah..!”  kata kak Wid sambil tersenyum.
”Bismillahirrahmanirrahim..” jawab kami.
“Bagaimana tugasnya adik-adik? Silahkan dikumpulkan..” tanya Kak wid.
“Sudahka kak..” jawab Ima, Tatik dan reza kompak.
“Kak, maaf punya saya ketinggalan di rumah, karena lupa dimasukan ke tas..” jawabku dengan perasaan malu dan ragu.
“Ohh iya.. tidak apa-apa ib, yang lain dikumpulkan ya..”  jawab Kak Wid dengan sabar.
“Iya kak..” jawab Imah, Tatik, dan reza.
“Kak, saya ada tugas dari Kak Mei..” sahutku.
“Tugas apa ib?” tanya kak Wid.
“Ehmm, ini kak, waktu itu saya diberikan tugas dari Kak Mei yakni menuliskan segala sesuatu yang menjadi inspirasi penulisan kemudian dijelaskan…” jawabku dengan lugas.
“Ada bawa ib?” tanya Kak Wid.
“Ada kak, ini…!” jawabku sambil menyerahkan tugas.

Setelah itu Kak Wid memilah-milah dan membagikan tugas tersebut pada kami. Setiap dari kami mendapatkan tugas yang bukan milik kami. Kemudian Kak Wid menyuruh kami membacakannya satu persatu. Seling  kami membacakannya, Kak Wid sambil member masukan dan penjelasan. Kebanyakan dari kami berempat menulis cerpen dan hanya Aku yang menulis artikel.

“I’ib.. Karena punya kamu artikel, jadi tidak kakak bahas dulu ya..?” tanya Kak Wid.
“Iya kak, ndakk apa-apa kok.. hehe” jawabku sambil tersenyum.

Beberapa menit berlalu, usai Kak Wid menjelaskan tentang menulis cerpen yang baik dan benar, lalu kami di suruh untuk membuat tulisan dalam bentuk cerpen tentang aktifitas FIM hari ini, mulai dari Kak Widati datang sampai Forum Indonesia Menulis hari ini berakhir,  begitulah kami menyebutnya. Forum ini adalah tempat dimana kami sedikit demi sedikit memahat impian dan harapan kami supaya tampak rupa dan bentuknya. Dan merupakan tempat kami meletakkan usaha dan kerja keras kami untuk menjadi seorang penulis.

Cahaya mentari terlihat semakin redup, sepertinya senja akan tiba. Terlihat teman-temanku tengah keras berfikir menuliskan idenya ke dalam cerpen tugas dari Kak Wid. Aku pun tak mau kalah, meski gundah hati namun tetap kukerahkan segala upaya dan pikiran. Hati dan perasaanku pun semakin terasa nyeri, mungkin karena waktu pengerjaan yang semakin habis, padahal aku belum selesai. Terlihat Kak Wid memandangi kami satu persatu, seakan ingin menghentikan kami.

“Bagaimana, sudah selesai semua..?” Tanya Kak wid.
“Belum Kak… hehe” jawabku dalam hati.

Tak ada satupun dari kami yang menjawab, malahan kami terlihat grasak grusuk kalau kata orang jawa. Namun tak lama kemudian terlihat Ima, Tatik, dan Reza mulai menghentikan goresan penanya di kertas, sedangkan aku masih saja terus  menulis.

“Ayoo,, bagaimana sudah ya…?” Tanya Kak Wid sekali lagi.
“Iya Kak, sudah…” jawab Ima, Tatik, dan Reza.
“Tunggu kak, sebentar lagi nih…!” jawabku sambil asik menarikan pena di atas secarik kertas.
“Oh iya, oke, cepet diselesaikan dulu kalimatnya…!” kata Kak Wid sedikit memaksa.
“ Iya kak, nah…., ini sudah selesai Kak..” jawabku tersenyum.

  Setelah kami semua selesai, Kak Wid pun bertanya.

“Siapa yang ingin membacakan cerpennya..?” Tanya kak Wid.

Kami pun terdiam sejenak sambil berfikir, akhirnya aku pun memberanikan diri untuk membacakan cerpenku. Alhamdulillah usai aku membacakan cerpen, Kak Wid pun berkomentar.

“Sudah lumayan bagus ib, sudah ada penggambaran suasananya. Tapi, masih perlu ada pengenalan tempat dan tokoh-tokohnya..” kata Kak Wid dengan yakin.
“Ohhh, gitu yaa Kak…” jawabku sambil menganggukan kepala berulang-ulang.

Setelahku. Reza, Tatik, dan Imah berturut-turut membacakan cerpennya. Dan kudengar semua mendapat komentar positif dan negatif oleh Kak Wid, sama halnya denganku.        

Tak terasa sang surya mulai menundukkan diri, langit pun semakin berwarna jingga. Jikalau saat pagi ayam berkokok, kini ayam-ayam itu kembali kekandangnya. Terlihat Kak Widati dengan wajah leganya, memberikan kami beberapa tugas untuk dikerjakan di rumah.

“Ayoo kak, cepetan sikit…, gak sabar nih, ada tugas kampus menanti di rumah hihi” bisikku dalam hati.

Kemudian terdengar Syair Ilahi yang dilantunkan dari masjid sekitar, Kak Wid pun menutup forum ini.

“Baik, sebelum kita pulang marilah kita bersama-sama mengucapkan Hamdalah..” kata Kak Wid sambil berkemas.
”Alhamdulillahirabbil ‘Alamin..” jawab kami berempat kompak.

Aku dan teman-teman pun berkemas-kemas dan bergegas keluar mendorong motor yang terparkir sembarangan di halaman rumah Bang Fakhrul Sang Direktur FIM.

“Bang Fakhrul, saya pulang lok ye.. Assalamu’alaikum..” sambilku menatap Bang Fakhrul di jalan depan rumahnya.
“Wa’alaikumsalam Warahmalullahi Wabarakatuh.., hati-hati ib..”  tampak Bang Fakhrul menjawab sambil menebar senyum khasnya seperti biasa.

Kemudian kutarik gas motor, sambil tersenyum lega memacu motor menuju rumah. Kugenahkan dudukan di atas motor sembari Aku berdoa.
 
“Ya Allah, berilah Aku kemudahan dan keselamatan menuju rumah. Dan berilah Aku kemudahan dan keselamatan menuju rumah masa depanku, yakni rumah tempatku menggantungkan segala impian dan cita-cita, Aaminnn..,” kataku lembut di dalam hati.


~ Sekian…. :) Karya: I'ib Persada

Post a Comment

4 Comments

  1. nahhh ini baru keren endingnya Ib :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukron tik.. tuh ada cerpen baru di blog iib. hehe

      Delete
  2. Okey nich.
    Syukron hadiah tulisannya Iib.
    Afwan, baru sempat buka blognya mlm in.
    Lanjutkan nulis. Biar awet buah pena n pikirannya.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.